Laju Ekonomi Kaltim 2026 Diperkirakan Melambat Seiring Normalisasi Proyek IKN

Liputan Nusantara, Samarinda — Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur diperkirakan mengalami perlambatan pada tahun 2026 dibanding capaian tahun 2024. Analis menyebut normalisasi kegiatan pembangunan di Ibu Kota Nusantara menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi melandainya laju pertumbuhan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Kaltim sempat mencapai sekitar 6,17 persen yang didorong oleh percepatan proyek konstruksi IKN. Namun pada 2025 dan berlanjut ke 2026, progres pembangunan mulai kembali ke ritme normal sehingga dampak percepatan infrastruktur terhadap pertumbuhan turut berkurang.

Ashari Novy Sucipto, Analis Senior Fungsi Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah, menjelaskan bahwa lonjakan tinggi pada pertumbuhan 2024 banyak ditopang oleh aktivitas proyek IKN. Dengan normalisasi anggaran di proyek tersebut pada tahun-tahun berikutnya, pertumbuhan ekonomi daerah diyakini akan berada pada kisaran yang lebih moderat di 2026.

Selain normalisasi proyek IKN, perlambatan ekonomi global juga memberi tekanan terhadap perekonomian Kaltim. Karena struktur ekonomi daerah ini masih banyak bergantung pada sektor ekstraktif seperti pertambangan, perubahan harga komoditas di pasar internasional turut memengaruhi kinerja ekonomi. Batubara sebagai komoditas utama menghadapi tekanan harga yang cukup kuat, sementara permintaan ekspor dari negara-negara besar di Asia tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Meski demikian, terdapat sejumlah sektor yang mulai menunjukkan geliat positif, seperti industri pengolahan di wilayah Balikpapan dan aktivitas konstruksi pada proyek swasta maupun pembangunan fasilitas lain. Migrasi ASN ke IKN ditengarai juga akan memberikan dorongan bagi sektor perdagangan dan jasa domestik di Kaltim sepanjang tahun 2026.

Secara keseluruhan, dengan normalisasi proyek IKN dan tekanan global yang masih ada, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026 diperkirakan akan lebih “kalem” dibanding tahun sebelumnya, namun sejumlah peluang baru tetap diharapkan turut menopang laju perekonomian daerah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*